PEMERIKSAAN DARAH PADA IBU HAMIL SANGATLAH PENTING Featured

Ditulis Oleh | Jumat, 04 Oktober 2019 09:16 | Dibaca : 15 Kali | Terakhir Diperbaharui : Jumat, 04 Oktober 2019 09:55
Foto Pengambilan spesimen darah Foto Pengambilan spesimen darah

Puskesmas Penfui mempunyai 3 wilayah kerja, yaitu kelurahan Penfui, kelurahan Naimata dan kelurahan Maulafa. Puskesmas Penfui melayani pemeriksaan ibu hamil dan juga pemeriksaan darah pada ibu hamil ujar bidan koordinator bidan Agnes. Berikut adalah beberapa jenis tes darah yang diperlukan saat hamil, yaitu:

  • Tes Haemoglobin
    Tes ini diperlukan untuk mengetahui apakah kadar haemoglobin dalam sel darah merah ibu hamil normal atau terlalu sedikit yang artinya pertanda anemia.
  • Tes golongan darah, antibodi, dan faktor resus
    Tes golongan darah dilakukan untuk mengetahui golongan darah (A, B, AB, atau O) dan resus darah ibu hamil (resus negatif atau positif).
  • Tes glukosa pada urine
    Pemeriksaan kadar gula darah ibu hamil biasanya dilakukan di trimester kedua kehamilan. Akan tetapi, dokter mungkin akan menyarankan tes gula darah lebih dini pada ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, pernah melahirkan anak dengan berat badan di atas 4,5 kilogram sebelumnya, atau memiliki riwayat diabetes.
  • Tes HIV
    Infeksi HIV penyebab AIDS pada ibu hamil bisa menular ke janin selama kehamilan, saat melahirkan, atau selama menyusui. Di Puskesmas Penfui jika hasil pemeriksaan HIV R1 reaktive, akan di rujuk ke VCT Sobat di RSU. W.Z. Jhohanes Kupang guna dilakukaan Konseling dan tes lanjutan ke R2 dan R3 menjalani tes HIV.
  • Tes sifilis
    Ibu hamil dengan perilaku seks berisiko atau memiliki tanda gejala penyakit menular seksual juga disarankan untuk melakukan tes sifilis. Sifilis yang tidak ditangani dapat menyebabkan cacat berat pada bayi, bahkan pada kasus yang lebih fatal, bayi bisa lahir dalam keadaan meninggal. Bila ibu hamil didiagnosis memiliki sifilis, dokter atau pengelola IMS akan memberikan antibiotik untuk mengobati penyakit tersebut dan mencegah penularan sifilis pada janin.
  • Tes hepatitis B
    Virus hepatitis B dapat menyebabkan penyakit hati yang serius. Hepatitis B dapat menular dari ibu kepada janin selama kehamilan. Akibatnya, bayi memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi virus hepatitis jangka panjang dan menderita penyakit hati di kemudian hari.
    Karenanya, ibu hamil perlu menjalani tes darah untuk mendeteksi virus hepatitis B sejak dini, dan mendapatkan pengobatan jika hasil tesnya reaktif. Saat lahir, bayi dari ibu yang menderita hepatitis B perlu mendapat imunisasi hepatitis B secepatnya (paling lambat 24 jam setelah lahir).
  • Tes Malaria

Pemeriksaan malaria sangat penting diketahui secara dini, agar jika positif menderita malariaakan segera dilakukan penanganan.

 Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap kali ibu hamil kontrol ke bidan atau dokter. Kenaikan tekanan darah pada periode akhir kehamilan bisa menjadi pertanda yang tidak diinginkan.  Bidan Agnes mengatakan agar kesehatan bumil dan kesehatan janinnya terjaga selama kehamilan, ibu hamil perlu rutin meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara berkala ke puskesmas, ke pustu atau ke fasyankes lainnya.


Oktalina V Purba

Staff Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.