Puskesmas Penfui Kupang

Informasi Kesehatan

CARA CEGAH STUNTING PADA ANAK SEJAK MASA KEHAMILAN Featured

Ditulis Oleh | Selasa, 30 Maret 2021 11:56
Beri Rating
(2 votes)
Cegah stunting sejak dalam kandungan Cegah stunting sejak dalam kandungan

Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki perawakan pendek. Kabar baiknya, stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.

Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.  Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak hamil hingga anak berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kehidupan) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, tentunya sambil terus memantau pertumbuhannya.

MENGENAL KONDISI STUNTING PADA ANAK

Gangguan pertumbuhan stunting atau anak berperawakan pendek dapat dipantau melalui perkembangan tinggi anak. Orang tua dapat memantau pertumbuhan anak dengan membawanya ke dokter anak atau posyandu secara berkala. Periksa pertumbuhan anak setiap bulan jika usianya masih di bawah 1 tahun, dan setiap 3 bulan jika usianya sudah 1-3 tahun.

Pertumbuhan anak akan dipantau menggunakan kurva pertumbuhan sesuai standar World Health Organization (WHO). Seorang anak bisa dikatakan stunting, jika tinggi badannya berada di bawah standar pertumbuhan anak tersebut.

CARA MENCEGAH STUNTING

Stunting pada anak dapat dicegah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau disebut juga sebagai periode 1000 hari pertama kehidupan. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko anak mengalami stunting:

A. Cukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat

Zat besi, asam folat, dan yodium merupakan nutrisi penting yang wajib dipenuhi ibu hamil untuk mencegah stunting. Kekurangan zat besi dan asam folat dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Anak yang lahir dari ibu hamil dengan anemia lebih berisiko mengalami stunting.

Ibu hamil bisa mendapatkan ketiga nutrisi ini dengan mengkonsumsi telur, kentang, brokoli, makanan laut, pepaya, dan alpukat. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengkonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

B. Hindari paparan asap rokok

Agar janin yang dikandung dapat tumbuh dengan sehat, ibu hamil harus berhenti  merokok dan menghindari paparan asap rokok. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan kurang.

Jika ada anggota keluarga yang merokok di rumah, sebaiknya ibu hamil memintanya untuk tidak merokok di dalam rumah. Namun, jika ibu hamil sedang berada di luar rumah, paparan asap rokok dapat dicegah dengan mengenakan masker.

C. Rutin melakukan pemeriksaan kandungan

Rutin melakukan pemeriksaan kandungan adalah hal yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting. Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk memastikan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil cukup dan mendeteksi jika ada komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.

Kemudian setelah bayi lahir, lanjutkan upaya pencegahan stunting dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, bayi dapat diberikan tambahan nutrisi berupa makanan pendamping ASI.

Beragam faktor lingkungan seperti kebersihan lingkungan, pola pemberian makan, dan angka kejadian infeksi pada anak juga berperan terhadap risiko anak terkena stunting. Untuk itu, pastikan makanan yang diberikan pada Si Kecil telah dipersiapkan dengan baik, sehingga terjamin kebersihannya. Jangan lupa berikan imunisasi sebagai upaya perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi, terutama imunisasi dasar sesuai anjuran dokter .

Jika orang tua melihat Si Kecil memiliki perawakan yang lebih pendek dibanding anak sebayanya, sebaiknya bawa ia ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang terbaik.

Sumber: alodokter.com

 

Dibaca 145 Kali Terakhir Diperbaharui Selasa, 30 Maret 2021 12:31
Oktalina V Purba

Pengelola Website Resmi UPTD. Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

APAKAH BAHAYA CAMPAK JERMAN PADA KEHAMILAN?

APAKAH BAHAYA CAMPAK JERMAN PADA KEHAMILAN?

Setiap tahun dilaporkan lebih dari 11.000 kasus diduga Read More
SERENTAK HARI INI PEMBERIAN IMUNISASI MR

SERENTAK HARI INI PEMBERIAN IMUNISASI MR

Kampanye Imunisasi MR (Measles/Campak & Rubella/Campak Jerman) mulai Read More
Hebohnya pendataan keluarga sehat di Naimata

Hebohnya pendataan keluarga sehat di Naimata

Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Read More
PUSKESMAS PENFUI SALURKAN 5000 KELAMBU BAGI MASYARAKAT

PUSKESMAS PENFUI SALURKAN 5000 KELAMBU BAGI MASYARAKAT

Pembagian kelambu Puskesmas Penfui sebanyak 5.000 kelambu bantuan Read More
Refreshing Tenaga Puskesmas Penfui

Refreshing Tenaga Puskesmas Penfui

Puskesmas Penfui punya cara sendiri untuk membangun kebersamaan Read More
Puskesmas Penfui Beri Tablet Tambah Darah Kepada Para Siswi SMP Angkasa

Puskesmas Penfui Beri Tablet Tambah Darah Kepada Para Siswi SMP Angkasa

Tenaga kesehatan Puskesmas Penfui memberikan dan membagi-bagikan Tablet Read More
KENALI CARA PENCEGAHAN BATU EMPEDU

KENALI CARA PENCEGAHAN BATU EMPEDU

Salah satu pemicu terjadinya batu empedu adalah karena Read More
Persalinan dengan Sesar atau Normal?

Persalinan dengan Sesar atau Normal?

Istilah kedokteran untuk 2 cara melahirkan yang umum Read More
  • 1