Oktalina V Purba

Oktalina V Purba

Pengelola Website Resmi UPTD. Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

Website URL: http://puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Rahim adalah bagian penting pada tubuh wanita terkait dengan bagian reproduksi untuk kehamilan. Bagian tersebut terhubung dengan serviks atau leher rahim, vagina, serta tuba falopi. Saat seorang wanita hamil, janin akan mengalami proses perkembangan di rahim. Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan bagian tersebut.

Ternyata, salah satu bagian rahim, yaitu serviks terbilang rentan untuk mengalami gangguan yang berbahaya layaknya kanker. Gangguan ini termasuk salah satu penyakit yang kerap menyerang wanita setelah kanker payudara. Disebutkan bahwa kanker serviks juga dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya jika tidak dideteksi secara dini. Berikut beberapa cara deteksi kanker serviks segera!

Cara Deteksi Kanker Serviks saat Awal Menyerang

Kanker serviks adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Human papillomavirus atau HPV. Virus ini dapat menular ke orang lain melalui hubungan intim hingga kontak dari kulit ke kulit. Penyebaran yang terbilang mudah terjadi dan gangguan yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya sangat berisiko ketika menyerang.

Penyakit yang berbahaya bagi wanita setelah kanker payudara ini ternyata terbilang mudah untuk disembuhkan apabila dideteksi dengan cepat. Deteksi dini pada kanker serviks sangat penting agar peluang untuk sembuh dapat meningkat. Teknologi yang semakin canggih dapat membuat dokter lebih mudah untuk mengambil langkah selanjutnya. Berikut adalah beberapa cara deteksi kanker serviks:

  1. Pap Smear

Cara deteksi kanker serviks yang pertama dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pap smear. Hal ini terbilang ampuh untuk dilakukan, bahkan kondisi sebelum terjadinya kanker juga dapat diketahui. Pap smear dilakukan dengan memeriksa kondisi jaringan sel serviks dan mengambil sedikit bagiannya untuk dilakukan pengecekan di laboratorium. Maka dari itu, pemeriksaan ini dilakukan saat tidak sedang haid.

  1. Tes IVA

Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan sebagai cara deteksi kanker serviks yang efektif adalah dengan tes IVA. Tes IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks tahap awal dan terbilang lebih murah. Hal tersebut lantaran pemeriksaan ini hasilnya dapat diolah tanpa menunggu hasil lab. 

Pemeriksaan ini dibutuhkan asam asetat dengan kadar sekitar 3-5 persen yang kemudian dioleskan ke leher rahim. Setelahnya dilakukan penilaian apabila mengidap kanker serviks atau tidak. Jika timbul luka, berubah menjadi putih, atau mengeluarkan darah saat dioleskan, maka kemungkinan besar terdapat sel kanker. Apabila jaringan leher rahimnya normal, maka tidak ada gangguan yang timbul.

  1. Pemeriksaan HPV DNA

Pemeriksaan HPV DNA juga dapat dilakukan untuk memastikan seseorang mengidap kanker serviks atau tidak. Metode ini dilakukan dengan cara mendeteksi infeksi yang ditimbulkan oleh virus HPV yang dapat menimbulkan risiko tinggi. Dokter akan memastikan adanya materi genetik (DNA) dari HPV pada bagian serviks wanita yang terindikasi mengidap kanker serviks. Cara ini dapat dilakukan bersamaan dengan pap smear untuk lebih memastikan kanker serviks yang menyerang.

Itu tadi adalah beberapa cara untuk deteksi kanker serviks yang dapat menimbulkan bahaya ketika menyerang wanita. Deteksi awal memang sangat diperlukan agar gangguan tersebut belum menyebar luas yang akhirnya sulit untuk diatasi. Maka dari itu, jika kamu merasakan hal yang aneh pada bagian kewanitaan, segeralah periksakan diri.

 Sumber : Halodoc.com

 

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Senin, 14 Jun 2021 13:42

 Menurut beberapa penelitian,latihan fisik yang teratur tidak hanya sekadar membuat tubuh terasa bugar, tapi juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Termasuk menurunkan stres dan depresi, serta membantu Anda mengontrol emosi.

Beragam Manfaat Latihan Fisik untuk Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa manfaat teratur latihan fisik, yang sayang sekali bila Anda lewatkan:

  • Menurunkan risiko terkena penyakit serius
    Orang yang sering melakukan latihan fisik maka akan terhindar dari beragam risiko penyakit serius, seperti pengeroposan tulang  yang dapat berdampak patah tulang pinggul, kanker usus, diabetes tipe 2, radang pada sendi , menurunnya daya pikir pada lanjut usia, penyakit jantung, sindrom metabolik dan kematian dini.
  • Mengontrol emosi (mood)
    Tidak hanya meningkatkan kesehatan tubuh, latihan fisik ternyata bisa juga membuat mood Anda menjadi lebih terkontrol. Latihan fisik mampu memicu keluarnya hormon endorfin yang dapat menekan rasa sakit atau menimbulkan rasa senang dan nyaman, sehingga emosi lebih terkontrol.
  • Meningkatkan energi
    Latihan fisik yang teratur dapat memperlancar penyaluran nutrisi dan oksigen ke berbagai jaringan tubuh dan membantu sistem kardiovascular bekerja lebih efektif. Ketika sistem jantung,pembuluh darah dan paru-paru bekerja dengan baik, maka tubuh akan mendapatkan lebih banyak energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Membuat tidur lebih nyenyak
    Tidak hanya mood dan tenaga saja yang bisa meningkat, latihan fisik juga bisa membuat tidur Anda menjadi lebih nyenyak. Tapi ingat, terlalu lelah atau terlalu bertenaga juga bisa membuat Anda kesulitan tidur. Jadi, hindari latihan fisik sesaat sebelum waktu tidur.
  • Memiliki berat badan ideal
    Anda yang sudah memiliki berat badan ideal dan ingin tetap terus mempertahankannya perlu melakukan latihan fisik setidaknya sekitar dua jam dalam seminggu. Bagi Anda yang kelebihan berat badan, selain melakukan latihan fisik secara teratur, juga perlu menjaga pola makan sehat dan memperhatikan jumlah kalori yang Anda konsumsi.

Meski tergolong ringan, namun jangan buru-buru melakukan latihan fisik berat. Awali dengan latihan fisik yang ringan terlebih dahulu. Anda bisa memulainya dengan melakukan beberapa sesi latihan fisik dalam seminggu dengan durasi 30 menit tiap sesi.

Aktif melakukan latihan fisik secara teratur dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan membuat Anda merasa lebih baik. Imbangi dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sudah lama tidak berolahraga, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu untuk mendapat rekomendasi olahraga yang sesuai.

Sumber : alodokter.com

Kupang, UPTD Puskesmas Penfui Kota Kupang telah  melaksanakan kegiatan Vaksinasi covid-19 sudah di mulai dari tgl 19 Januari 2021 penerima vaksin tahap 1 adalah tenaga kesehatan dengan vaksin Sinovac sigledose, di lanjutkan pada lansia dan pelayanan publik awal bulan Maret 2021 dengan vaksin Sinovac multidose, vaksinasi-2 pada tenaga kesehatan berakhir tanggal 23 Maret 2021.

Pada tgl 15 April 2021 di lanjutkan lagi dengan vaksin tahap 1 dengan vaksin Astrazeneca pada Lansia, pelayanan publik, dan masyarakat umum mulai umur >18 tahun,  serta melayani vaksinasi-2 pada lansia dan pelayanan publik masih berjalan hingga saat ini.

Jadwal vaksin di UPTD Puskesmas Penfui dilakukan  setiap harinya pukul 08.00 s/d 12.00 WITA untuk vaksinasi-1 Astrazeneca dan untuk vaksinasi-2 pada lansia dan pelayanan publik dijadwalkan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 08.00 s/d 12.00 WITA.

Untuk saat ini di UPTD Puskesmas Penfui sasaran penerima vaksinasi-1 yang diberikan adalah vaksin Astrazeneca. Vaksin Astrazeneca berasal dari virus hasil rekayasa genetika (viral vector). Vaksin ini bekerja dengan cara menstimulasi atau memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-Cov-2.

Untuk vaksin Astrazeneca dalam suntikan adalah 0,5 ml. Penyuntikan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 12 minggu.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menerima vaksin AstraZeneca adalah:

  • Nyeri, hangat, gatal, atau memar di area suntikan
  • Sakit kepala
  • Tidak enak badan
  • Tubuh terasa lelah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Muntah
  • Demam
  • Menggigil
  • Gejala flu

Efek samping vaksin ± 2 hari, jika demam dianjurkan minum obat Paracetamol, dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan tersebut tidak kunjung reda atau semakin berat. Segera ke dokter jika Anda mengalami  reaksi alergi setelah vaksinasi.

Dalam pelaksaan pemberian vaksinasi COVID - 19 ada alur 4 meja  :

Meja Pertama

Diisi petugas pendaftaran untuk verifikasi data. Di sini petugas akan memanggil sasaran penerima vaksinasi ke meja pertama sesuai dengan nomor urutan kedatangan.

Meja Kedua

Untuk melakukan skrining anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana, serta untuk melakukan edukasi vaksinasi COVID-19. Di meja ini, petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid), serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah.

Meja Ketiga

Pada meja ketiga pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh vaksinator kepada penerima vaksin dan di beri obat Paracetamol 3 tablet pada penerima vaksin Astrazeneca.

Meja Keempat

Petugas akan kartu vaksin dan mempersilahkan penerima vaksin untuk menunggu 30 menit setelah menerima vaksin, untuk observasi sebagai antisipasi jika ada KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisas)

Diharapkan masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit kota Kupang untuk ikut vaksin COVID-19 agar kita senantiasa sehat.

 

Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki perawakan pendek. Kabar baiknya, stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.

Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.  Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak hamil hingga anak berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kehidupan) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, tentunya sambil terus memantau pertumbuhannya.

MENGENAL KONDISI STUNTING PADA ANAK

Gangguan pertumbuhan stunting atau anak berperawakan pendek dapat dipantau melalui perkembangan tinggi anak. Orang tua dapat memantau pertumbuhan anak dengan membawanya ke dokter anak atau posyandu secara berkala. Periksa pertumbuhan anak setiap bulan jika usianya masih di bawah 1 tahun, dan setiap 3 bulan jika usianya sudah 1-3 tahun.

Pertumbuhan anak akan dipantau menggunakan kurva pertumbuhan sesuai standar World Health Organization (WHO). Seorang anak bisa dikatakan stunting, jika tinggi badannya berada di bawah standar pertumbuhan anak tersebut.

CARA MENCEGAH STUNTING

Stunting pada anak dapat dicegah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau disebut juga sebagai periode 1000 hari pertama kehidupan. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko anak mengalami stunting:

A. Cukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat

Zat besi, asam folat, dan yodium merupakan nutrisi penting yang wajib dipenuhi ibu hamil untuk mencegah stunting. Kekurangan zat besi dan asam folat dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Anak yang lahir dari ibu hamil dengan anemia lebih berisiko mengalami stunting.

Ibu hamil bisa mendapatkan ketiga nutrisi ini dengan mengkonsumsi telur, kentang, brokoli, makanan laut, pepaya, dan alpukat. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengkonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

B. Hindari paparan asap rokok

Agar janin yang dikandung dapat tumbuh dengan sehat, ibu hamil harus berhenti  merokok dan menghindari paparan asap rokok. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan kurang.

Jika ada anggota keluarga yang merokok di rumah, sebaiknya ibu hamil memintanya untuk tidak merokok di dalam rumah. Namun, jika ibu hamil sedang berada di luar rumah, paparan asap rokok dapat dicegah dengan mengenakan masker.

C. Rutin melakukan pemeriksaan kandungan

Rutin melakukan pemeriksaan kandungan adalah hal yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting. Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk memastikan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil cukup dan mendeteksi jika ada komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.

Kemudian setelah bayi lahir, lanjutkan upaya pencegahan stunting dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, bayi dapat diberikan tambahan nutrisi berupa makanan pendamping ASI.

Beragam faktor lingkungan seperti kebersihan lingkungan, pola pemberian makan, dan angka kejadian infeksi pada anak juga berperan terhadap risiko anak terkena stunting. Untuk itu, pastikan makanan yang diberikan pada Si Kecil telah dipersiapkan dengan baik, sehingga terjamin kebersihannya. Jangan lupa berikan imunisasi sebagai upaya perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi, terutama imunisasi dasar sesuai anjuran dokter .

Jika orang tua melihat Si Kecil memiliki perawakan yang lebih pendek dibanding anak sebayanya, sebaiknya bawa ia ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang terbaik.

Sumber: alodokter.com

 

KUPANG,  Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, melakukan peninjauan pelaksanaan vaksin covid 19  pada lanjut usia dan nakes serta peninjauan terhadap tim pemantau pasien isolasi mandiri di  UPTD. Puskesmas Penfui  Kota Kupang, Selasa, 09 Maret 2021.

KOTA KUPANGPuskesmas Penfui  dan beberapa Puskesmas kota Kupang- melaksanakan kegiatan swab test PCR bagi pasien hasil tracing dari petugas surveillance atau petugas kesehatan  pemantau pasien. Mereka merupakan hasil penelusuran kontak  erat dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan juga pasien hasil rapid Antigen positif. Mewajibkan pasien yang tekonfirmasi positif dan semua orang yang berkontak erat dengan pasien wajib diswab.

Informasi bagi masyarakat Kota Kupang, sehubungan dengan adanya gangguan jaringan telepon, maka untuk SEMENTARA Call Center Brigade Kupang Sehat (BKS) dialihkan. Terima Kasih

 

SALAM SEHAT....

Kata ahli, untuk mencetak anak yang sehat dan cerdas, langkah awal yang mesti dilakukan ibu adalah memenuhi kecukupan gizi anak sejak dini. Yakni sejak di dalam kandungan atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Seribu hari ini dimulai dari fase kehamilan (270) hari hingga Si Kecil berusia dua tahun (730) hari.

Demam berdarah dengue (DBD) seakan merupakan penyakit ‘langganan’ di musim hujan. Untuk melindungi keluarga Anda dari penyakit ini, ketahui dulu fakta-faktanya dan lakukan pencegahan DBD dengan cara yang efektif.

WASPADA DBD DI MUSIM PENGHUJAN....

Rabu, 25 November 2020 10:16

Kupang, BIAS merupakan siangkatan dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), merupakan kegiatan pemberian Imunisasi rutin lanjutan bagi anak usia sekolah Kelas 1, 2, dan 5 Sekolah Dasar.

Halaman 1 dari 5